Seorang gadis menangis di pinggir jalan. Lalu seorang
bapak menghampiri dan menyapanya.
"Adik manis, kenapa menangis?"
"Kucing saya hilang...," jawabnya dengan
isakan tangis.
"Bolehkah saya bantu untuk mengiklankannya di
koran?"
"Percuma Pak, kucing saya kan tidak bisa membaca.
Cerita ini mengisahkan seorang anak yang
memperlihatkan nilai laporan sekolahnya ke pada bapakknya,
Joni : "Pak Pak Joni sudah dibagi rapot..."
Bapak : "Udah di bagi rapot? Coba bapak
liat..."
Joni : "Tuh di meja pak ambil saja."
Bapak : "Coba bapak liat... Waduhhh kamu ini Joni
jadi anak bodo banget masa nilai di rapot kamu merah semua. Kalau begini Bapak
percuma sekolahin kamu!!!" (dengan penuh emosi dan amarah yang
meledak-ledak)
Joni : "Pak Pak sebentar dulu..." (bingung)
"Masa sih pak, nilai Joni kan bagus semua gak ada yang merah..."
(agak emosi dan takut dan aneh)
Bapak : "Terus ini apa warna apa? Bukan warna
merahhhhh??!!"
IJoni : "Coba Mana Liat!! Waduhhhhh kok banyak
merahnya yaaa padahal tadi di sekolah gak ada merahnya sumpah deh, Pak.."
Bapak : "Ah, kamu ini alasan!!"
Joni : "Ehh, sebentar. Kok ini rapot laporan
tahun 1989, taun sekarang kan tahun 2010... Coba lihat dulu sampul depannya ini
rapot siapa. Yeee ini mah RAPOT BAPAK WAKTU DULU..."
Bapak : "???"
Gara-gara Ingin Dada yang Lebih Besar
Sebuah supermarket sedang mengobral dada ayam tanpa
tulang. Tono beniat untuk membeli sebagai persediaan di rumah. Ketika sudah
sampai supermarket, Tono kecewa karena hanya menemukan beberapa potong daging
kecil, sehingga dia komplain dengan gadis yang menjadi pelayan di counter
daging supermarket itu.
"Jangan kuatir," kata gadis itu, "Saya
akan ke belakang dan membungkus beberapa potong dan memastikan daging tersebut
siap sebelum anda selesai berbelanja di sini."
Beberapa menit kemudian, di Tono mukanya langsung
merah padam dan salah tingkah ketika mendengar gadis pelayan toko tadi
mengumumkan lewat pengeras suara supermarket, "Mohon kepada mas yang tadi
menginginkan dada yang besar untuk menemui saya di bagian belakang
toko..."
Seorang dokter muda berparas cantik dari kota
melakukan penyuluhan kesehatan di suatu Desa.
“Saya ingin tahu se berapa sering bapak2 menggosok
gigi ? tanya sang dokter.
Warga 1: (agak malu-malu) “kalo saya sih cukup sekali
sehari.”
Warga 2: “Payah! Saya 3 kali sehari!”
Dokter: “Bagaimana perhitungannya?”
Warga 2: “Pagi hari setelah sarapan, siang hari setelah
makan, dan malam hari sebelum tidur.”
Warga 3: “Gitu aja sombong… saya dong 12 kali…”
dokter: “Wah… itu bagaimana ngitungnya?”
Warga 3: “Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni,
Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember.”
Dokter: @#$%&^*!
Rini, siswi sebuah SMA di Cianjur, yang terkenal
centil dan genit disuruh ke depan kelas oleh salah seorang guru favoritnya yang
tampan.
Guru: “Rini, maju ke depan dan coba tuliskan
B-H-I-N-E-K-A T-U-N-G-G-A-L I-K-A.”
Rini maju ke depan lalu menulis, I-N-E-K-A
T-U-N-G-G-A-L I-K-A. Sambil tersenyum genit Rini kembali duduk.
Ada seorang cewek bugil naik becak. Sepanjang
perjalanan, si tukang becak sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari si
cewek tersebut.
Merasa di perhatikan seperti itu, si cewek tersebut
menegur:
Cewek : Ada apa mas, kok ngeliatnya seperti itu? Belum
pernah ngeliat cewek bugil apa?!!!
Tukang Becak : Oh nggak mbak… Saya cuman
memperhatikan, kira-kira nanti mbak mengeluarkan uangnya dari mana???
Kemarin gue pergi ke sebuah Mall… Nongkrong sama
temen2…
Entah kenapa tiba-tiba perut terasa mulas. Langsung
saja gue masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi.
Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak
berkata : “Gimana dik? baik-baik aja?” Kedengarannya dari WC sebelah.
Kaget juga, karena gue nggak biasa ngobrol sama orang
yang belum dikenal, maka saya jawab aja: “Ya, baik.”
Eh, tau-tau dia nanya lagi : “Sekarang gimana, sudah
terasa lega?”
Wah pertanyaan macam apa sih itu? Ada-ada saja. Baru
juga nongkrong semenit, jadi gue jawab sekenanya aja… : “Lumayan Pak, untung
gak ngantri…”
Dia jawab lagi : “Sama dong… tapi saya ada masalah
dikit nih.”
Gue jadi mulai curiga, lalu gantian gue yang tanya :
“Masalah apa, pak?”
Dia langsung jawab : “Iniii lho diajenggg… ada orang
culun di WC sebelah ikut-ikutan ‘njawab pertanyaan saya, gimana kalo nanti saya
telpon lagi? Ya… sampai nanti…”
· · · · · · · · · ·
Dalam perjalanan kereta Parahyangan dari Gambir ke
Bandung, duduk berhadapan 4 orang penumpang:
* Satu nenek
* Satu mahasiswi cantik
* Satu mahasiswa laki-laki
* Satu tentara
Mereka tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya.
Perjalanan nyaman-nyaman saja, ketika masuk ke terowongan tiba-tiba lampu
mendadak mati pula. Gelap gulita. Tiba-tiba terdengar suara kecupan yang keras…
Cap, cip, cup!
Namun segera diikuti satu suara tamparan yang tidak
kalah kerasnya…
Plak, plek, plak, gedubrak!!!
Ketika terowongan itu akhirnya terlewati, keempat
penumpang itu saling bengong dan saling memandang, dan masing-masing berkata di
dalam hati.
Sang nenek dalam hati: “Dasar anak mahasiswa muda,
mentang-mentang tempat gelap langsung aja cium mahasiswi cantik itu. Rasain loe
kena gaplok!”
Si mahasiswi cantik dalam hatinya: “Biar rasa loe!!!
Gelap-gelap asal cium, kena deh loe cium nenek itu, dan kena gaplokan juga
lagi! Hihihi…”
Si tentara dalam hati: “Busyet dah, enak bener tuh
mahasiswa. Dia yang nyium cewek, eh gua yang kena gaplok… #$%$!!”
Si mahasiswa laki-laki itu berkata dalam hati: “He…
he… mumpung gelap, tadi gua cium aja tangan gua sendiri, dan gua gaplok
sekalian itu tentara belagu. Kapan lagi mahasiswa bisa gampar tentara!”